Sabtu, 31 Maret 2012

Cara Analisa Persaingan untuk SEO Google

Analisa persaingan atau competitor analysis untuk SEO Google digunakan untuk mendapatkan peringkat terbaik di SERP Google dan mempertahankan peringkat di Google jika sudah didapatkan, bahkan menaikkan peringkat blog di Google. Competitor analysis atau analisa kompetisi atau analisa persaingan untuk  Search Engine Optimization  Google digunakan para blogger untuk mengetahui seberapa kuat konfigurasi  Search Engine Optimization  Google blog/website atau posting mereka jika dibandingkan dengan 'kompetitor' mereka di SERP Google.

Saya membuat artikel ini untuk menjawab kritik yang saya terima mengenai salah satu posting saya. Kritik yang sangat membangun yang memberikan saya keinginan untuk berbagi bagaimana saya melakukan competitor analysis atau analisa persaingan untuk SEO Google yang saya lakukan. Saya akan menjelaskan bagaimana saya melakukan competitor analysis untuk setiap kata kunci yang menjadi target saya di SERP Google Indonesia.

Melakukan competitor analysis atau analisa persaingan untuk  Search Engine Optimization  Google tidak cukup hanya pada level posting tetapi dilakukan secara menyeluruh pada level blog. Keterkaitan antara posting dan blog dan sebaliknya antara blog dan posting untuk SEO Google sangatlah kuat. Sebuah posting akan memberikan tambahan keyword density dan internal link yang sangat berguna bagi parameter Search Engine Optimization Google pada blog dan sebuah blog akan memberikan pengaruh dari nama domain, hosting dan kekuatan keyword density yang satu niche dengan posting.

Untuk sebuah posting, saya selalu melakukan competitor analysis atau analisa persaingan untuk SEO Google setelah saya mempublikasikan posting saya. Setelah posting saya di-index oleh Google dan melihat posisi posting saya tersebut di SERP Google dengan keyword yang saya targetkan, baru saya melakukan analisa persaingannya dan melakukan SEO Google berdasarkan hasil analisa persaingan tersebut.

Memang dengan melakukan analisa persaingan dibawah ini akan menyita tenaga dan waktu tetapi yang dihasilkan akan memuaskan. Ada informasi yang bisa diketahui dengan mudah, ada yang sulit dan ada yang sangat sulit. Saya akan membuat daftar cara melakukan competitor analysis atau analisa persaingan untuk  Search Engine Optimization  Google yang biasa saya lakukan dari yang paling mudah sampai yang paling sulit. Berikut adalah langkah-langkah cara saya melakukan competitor analysis atau analisa persaingan untuk  Search Engine Optimization  Google:

Mencek Posisi Blog/Website di SERP Google
Pertama, kita harus mengetahui posisi blog/website kita di hasil pencarian Google berdasarkan target keyword yang diinginkan. Dengan mengetahui posisi peringkat blog/website di Google, kita akan mempunyai target untuk meningkatkan peringkat blog di Google. Melakukan SEO Google untuk meningkatkan posisi blog di Google lebih baik dilakukan bertahap tetapi jika kita menargetkan menaikkan posisi blog/website di Google langsung ke peringkat 10 besar Google atau bahkan ranking 1 Google, itu lebih baik tetapi memerlukan resource yang lumayan banyak, terutama waktu dan tenaga.

Dari posisi blog/website di SERP Google saat ini, kita bisa mengetahui seberapa kuat parameter Google SEO blog/website kita. Meskipun judul blog atau posting kita relevan dengan kata kunci yang kita targetkan, belum tentu hasil di SERP Google berdasarkan kata kunci target tadi berhasil masuk ke peringkat yang baik.

Ada yang beranggapan untuk mengetahui persaingan sebuah kata kunci di SERP Google menggunakan command: Allintitle:Kata Kunci. Sebelum saya berpendapat, mohon perhatikan hasil pencarian berikut ini dengan keyword target "SEO Google" di Google Indonesia:


SERP Google Indonesia untuk Kata Kunci "SEO Google"
SERP Google Indonesia untuk Kata Kunci "SEO Google" dengan allintitle Command
Pada gambar pertama, saya langsung memasukkan kata kunci target dan pada gambar kedua, saya memakai command allintitle ditambahkan kata kunci target. Jika kita menggunakan command allintitle, tidak semua blog/website atau posting diindex oleh Google di SERP bahkan pada gambar kedua diatas, 2 index dari URL peringkat 1, 2  dan 4 tidak ada yang bisa membuat analisa persaingan tidak sempurna. Pada gambar pertama, Google akan memasukkan semua blog atau posting yang relevan dengan kata kunci SEO Google. Jadi, dengan menggunakan command allintitle pada pencarian di Google TIDAK menunjukkan persaingan yang sesungguhnya, bahkan kita akan kehilangan informasi 'pesaing' yang kita butuhkan untuk melanjutkan analisa persaingan pada keyword target "SEO Google".

Biasanya command allintitle, saya pergunakan jika saya ingin mencari blog-blog atau posting-posting yang satu niche dengan blog saya untuk mencari backlink dengan blogwalking.

Mencek Backlink
Dulu, informasi backlink dari 'pesaing' bisa didapatkan dengan lumayan akurat di Yahoo Site Explorer tetapi saat ini tools tersebut sudah tidak aktif. Saat ini pergunakan saja beberapa tools Backlink Checker yang banyak tersedia di internet. Bandingkan saja hasil dari masing-masing backlink checker sehingga kita bisa mendapatkan informasi backlink yang lebih baik.

Di Google Webmaster Tools, illustrasi informasi backlink dapat dilihat di "Your site on the web" di "Links to your site".

Mencek Keyword Density Target Keyword
Mencek keyword density target keyword dari competitor kita adalah cara yang lumayan agak sulit. Keyword density yang dimaksud disini adalah keyword density dari target keyword dari level blog/website yang mencakup seluruh konten blog atau website yang akan dicek. Cara mencek keyword density tersebut adalah dengan melakukannya secara manual di Google dengan command:

Target Keyword: SEO Google

Site:alamat domain "kata per kata dari target keyword" sebagai contoh: site:www.dasar-seo.com "seo" dan site:www.dasar-seo.com "Google"

Kemudian kita akan mendapatkan semua halaman web dari blog yang dicek yang memiliki keyword "seo" dan "google". Ambil beberapa halaman web yang ada dalam hasil index SERP Google tadi dan buka source code html-nya dan search kata "SEO" dan kata "Google". Jika sudah dihitung jumlah masing-masing kata "seo" dan "google" dari sample halaman web tadi, lalu kalkulasi jumlah masing-masing kata tadi dengan jumlah halaman web yang diindex oleh Google, maka kita akan mengetahui prediksi jumlah keyword density dari masing-masing kata "seo" dan "google" secara umum meskipun tidak presisi. Cara lain untuk menghitung jumlah keyword density dari sample halaman web tadi adalah dengan menggunakan Meta Tag Analyzer.

Jika kita bisa sedikit bersabar dan kerja keras, maka kita akan bisa mengetahui jumlah presisi dari keyword-keyword yang ingin kita cek kerapatannya. Dari teknik tadi, maka kita akan mengetahui keyword density dari target keyword tersebut pada level blog.

Jika kita menggunakan Google Webmaster Tools, maka illustrasi informasi seperti ini dapat dilihat di "Your site on the web" di "Content Keywords".

Mencek Internal Links
Dari halaman-halaman web yang kita search di atas, pilih juga beberapa artikel atau posting. Cobalah browse halaman-halaman artikel tersebut dan lihat internal link dengan anchor text "SEO Google". Jika mayoritas halaman-halaman artikel & posting tersebut memiliki struktur internal link dengan anchor text target keyword yang baik, maka kita harus membuat struktur internal link yang lebih baik.

Di Google Webmaster Tools, illustrasi informasi internal link dapat dilihat di "Your site on the web" di "Internal Links".

Mencek 301 Redirect
Ini adalah teknik analisa kompetisi untuk  Search Engine Optimization  Google yang sulit dan rumit. Jika sebuah domain website mendapatkan 'arus' 301 Redirect dari domain-domain lain, maka beberapa parameter SEO Google seperti backlink akan ditambahkan oleh Google ke parameter  Search Engine Optimization  Google domain tujuan tersebut.

Mencek sumber 301 Redirect sebuah domain dari domain yang lain belum pernah saya temukan tools-nya. Tetapi jika sebuah domain di-301 Redirect-kan ke domain lain, sudah ada tools-nya. Sehingga perlu ekstra energi untuk melakukan teknik analisa ini karena tidak cukup sebentar menelusuri asal domain yang di-301 Redirect-kan.

Pernah pada sebuah kontes SEO, seorang peserta melakukan teknik ini. Jika dicek pada teknik analisa persaingan tiga pertama diatas, konten dan backlink-nya biasa-biasa saja. Kemudian saya agak penasaran karena tidak mungkin sebuah artikel dengan konten dan backlink yang jauh kualitasnya dari pesaing bisa berada di ranking 1 Google. Saya telusuri semua backlink dan domain-domain lain si pemilik, ternyata beliau melalukan 301 Redirect dari beberapa domain (tidak hanya 1) ke domain yang diikutsertakan pada kontes  Search Engine Optimization  tersebut. Di domain-domain asal, beliau melakukan  Search Engine Optimization  Google yang baik sehingga ketika dilakukan 301 Redirect ke domain tujuan, parameter SEO Google-nya akan 'ikut serta', terutama backlink.

Ketika blog SEO ini memiliki domain baru, yang sebelumnya memakai .blogspot.com, Blogger secara otomatis melakukan 301 Redirect alamat domain lama ke domain baru, backlink dari domain lama ikut terdaftar di Google Webmaster Tools sampai sekarang.


Setelah semua parameter diatas sudah kita dapatkan, kita akan mudah mengetahui posisi blog/website kita dibandingkan dengan blog/website yang memiliki peringkat baik di SERP Google. Setelah itu, kita bisa melakukan teknik SEO Google untuk menaikkan peringkat blog di Google.

Hanya itu cara yang saya lakukan untuk melakukan analisa persaingan target-target kata kunci untuk SEO Google. Untuk SEO Blogger/SEO Blogspot, SEO WordPress dan  Search Engine Optimization  untuk platform yang lain, cara yang saya lakukan sama saja. Jika teman-teman memiliki referensi yang lain, saya akan senang sekali untuk belajar SEO tersebut.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 17 Maret 2012

Beberapa Tips Melakukan Internet Marketing/Online Marketing untuk Pengusaha

Saat ini banyak sekali para pengusaha (bisa pengusaha kecil, menengah dan besar) yang sebelumnya tidak terlalu 'peduli' dengan mempromosikan usahanya melalui internet marketing atau online marketing, sudah mulai 'melirik' cara internet marketing. Yang saya perhatikan, banyak sekali pengusaha memerlukan terobosan marketing yang dianggap sudah stagnan melalui offline marketing sehingga internet marketing atau online marketing menjadi hal yang patut diperhitungkan.

Banyak cara yang dilakukan para pengusaha dalam melakukan internet marketing, seperti membuat website, berpromosi melalui social media seperti Facebook dan Twitter, newsletter, bahkan melalui media iklan online. Kelebihan pengusaha yang melakukan internet marketing adalah mereka sudah memiliki pengalaman secara offline dan produk-produk yang mereka miliki sudah melalui proses 'seleksi alam'. Selain mendapatkan pasar yang baru bagi produk-produk mereka, melakukan internet marketing juga sebagai wadah menjalin atau mempertahankan pelanggan tetap mereka.

Saat ini penetrasi internet di Indonesia sangat pesat. Pengguna internet Indonesia tidak hanya terkoneksi dengan internet secara nomadik tetapi sudah mulai mobile atau bergerak. Penggunaaan mobile internet melalui mobile broadband dengan smartphone dan tablet PC berkembang sangat cepat sehingga akses ke internet sudah semakin mudah. Inilah peluang besar bagi para pengusaha untuk memasarkan produknya. Pengguna internet bisa dengan mudah mencari informasi yang diperlukan melalui internet kapan saja dan dimana saja.

Ketika saya perhatikan di Facebook dan Twitter, banyak sekali pengusaha bahkan perusahaan-perusahaan besar sudah menggunakannya sebagai media promosi produk-produk mereka. Saya belum mengetahui seberapa besar efektifnya tetapi dari pengalaman saya membantu teman-teman selama ini, khususnya untuk SEO Google saja, omset usaha mereka menjadi sangat-sangat baik dari sebelumnya.

Memasarkan produk melalui internet marketing/online marketing sama seperti pada offline marketing, perlu dedikasi dan kerja keras. Jangan menganggap setelah memiliki website atau akun Facebook atau Twitter maka tidak perlu bersusah payah membuat strategi internet marketing yang baik. Bisa-bisa jika salah melakukan strategi internet marketing yang baik, akan sia-sia apa yang telah dilakukan.

Berikut adalah tips melakukan internet atau online marketing untuk para pengusaha:

Internet Marketing Perlu Dedikasi dan Kerja Keras
Persiapkan mindset kita bahwa melakukan internet marketing/online marketing sama dengan melakukan offline marketing, perlu dedikasi dan kerja keras. Sebagai contoh: internet marketing/online marketing memerlukan bahasa marketing yang sama dengan offline marketing. Internet marketing/online marketing memerlukan customer service yang sama dengan offline marketing. Semua itu memerlukan waktu, tenaga dan biaya.

Jika anda sibuk dengan bisnis yang sudah ada, tugaskanlah minimal 1 orang yang khusus menangani internet marketing/online marketing usaha anda. Karena kesibukan dengan bisnis yang sudah ada, banyak pengusaha kurang berkonsentrasi mengembangkan bisnisnya melalui internet marketing/online marketing sehingga proses internet marketing/online marketing-nya tidak berjalan dengan baik. Berbeda dengan para pengusaha yang memang melakukan bisnis-nya melalui internet, banyak dari mereka penuh dengan semangat dan dedikasi yang baik dan sukses, kemudian mengembangkan bisnis online-nya ke bisnis secara offline.

Membuat Strategi Internet Marketing yang Baik dan Tepat.
Persiapkan strategi internet marketing/online marketing yang baik. Mengintegrasikan layanan-layanan internet seperti website, search engine, social media, email/newsletter, iklan online untuk internet marketing akan mempercepat proses branding dan penjualan suatu produk. Mudahnya berinteraksi dengan prospective customer akan membantu sekali pemasaran yang dilakukan.

Strategi menggunakan tool internet untuk marketing hampir sama dengan tool marketing secara offline. Newsletter dengan email hampir sama dengan penggunaan brosur. Memasang iklan di situs berita online hampir sama dengan memasang iklan di surat kabar. Jadi, membuat strategi pemasaran secara online hampir sama dengan strategi pemasaran konvensional, hanya mekanisme-nya saja yang berbeda.

Membuat strategi internet marketing yang baik tidak cukup tetapi juga harus tepat dengan strategi bisnis yang ingin dituju. Mencapai target market yang segmented bisa dilakukan melalui AdWords Google dan Facebook, berbeda dengan melakukan internet marketing melalui newsletter atau email.

Membuat Mudah Akses untuk Customer Service
Melayani pelanggan tetap menjadi kekuatan utama dalam melakukan internet marketing. Mempermudah akses untuk melakukan customer service harus diantisipasi dari awal sehingga setiap response dari prospective customer dapat dilayani dengan baik. Saya mempunyai pengalaman mendapatkan pelayan yang sangat baik dari sebuah online store karena barang yang saya pesan belum saya terima setelah batas waktu yang dijanjikan. Karena customer service yang baik, saya menjadi sangat nyaman berbelanja online disana. Jadi bagi saya, customer service yang baik adalah bagian dari internet marketing untuk menaikkan citra pelayanan. Response yang cepat dan baik akan membuat branding merek dagang kita juga semakin baik.


Saat ini baru itu yang bisa saya sarankan untuk teman-teman pengusaha jika ingin memulai internet marketing/online marketing. Jika ada pengalaman saya yang lain, saya akan update posting ini.

Sekali lagi, jika kita sudah terbiasa melakukan offline marketing, maka melakukan internet marketing/online marketing memiliki dasar yang sama, hanya media-nya saja yang berbeda.